Mimpi dan Khayalan


Semakin malam semakin sepi. Saya sedang terlarut dalam kesepian. Ketika yang lain sudah tertidur pulas. Kenapa saya tidak bisa tidur sendiri. Entahlah. Mungkin saya terlalu asyik dengan lamunan-lamunanku. Dengan khayalan-khayalanku yang melintas dan berlalu-lalang yang sesekali membahas tentang si dia. Ada juga mengenai rencana masa depan. Kemana diriku akan tertuju.

Mimpi. Bukannya bermimpi itu lebih bagus dari pada berkhayal?? saya tidak tahu kenapa akhir akhir mimpi saya sudah tidak saya rasakan lagi. Apa gara-gara mimpi cemburu melihat saya dekat dengan lamunan?? Mungkin saya tidak. Saya tidak merasakan mimpi, tapi saya masih mempunyai mimpi. Kelak sepuluh tahun dari sekarang mimpi itu akan ku wujudkan. Bismillah.

Saya jadi teringat masa kecilku. Penuh dengan impian. Ketika kecil kita bisa bermimpi apa saja. Saya ingin menjadi presiden. Saya ingin menjadi astronot.saya ingin menjadi dokter. Namun semakin lama mimpi kita semakin berkurang kadarnya. Apa karena kita semakin tahu realitas hidup. Jadi kita hanya mengandalkan logika.. Atau karena mempunyai mimpi yang realistik. Bukannya mimpi dan realistis adalah kata yang bertolak belakang.

Pukul 2.10 sudah. Baru sadar kalo hari ini adalah hari kamis. Jika saya tidur hari ini semoga berharap dapat mendengarkan adzan shubuh dan menuaikannya.

~wibisono~

One thought on “Mimpi dan Khayalan

  1. seperti lagunya Nidji, laskar pelangi kalau mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia..

    mimpi merupakan harapan serta tujuan untuk hidup…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s