forecasting


Dalam kegiatan industri, Forecasting merupakan hal yang sangat penting. Forecasting dapat diartikan sebagai kegiatan untuk memprediksi dan memperkirakan kondisi masa depan dengan berdasarkan data-data tertentu. forecast sendiri merupakan strategic planning yang ada dalam perusahaan. Misalnya kita akan mem-forcast rencana penjualan produk untuk bulan depan, rencana pembelian bahan baku untuk bulan depan dan rencana untuk produksi barang pada periode ke depannya.

Lalu seberapa penting kita dalam memprediksi masa depan ?? Tujuan dari forecasting sendiri yaitu untuk meminimasi resiko dan faktor -faktor ketidakpastian. Apabila kita tidak memprediksi penjualan kita, maka kita tidak tahu berapa yang kita jual untuk periode berikutnya. Kenapa kita tidak menjual sebanyak-banyaknya?? tentu saja dalam melakukan penjualan kita juga harus memandang faktor keterbatasan perusahaan. Selain itu faktor resiko ini lebih besar. Tanpa prediksi masa depan yang baik, barang yang dijual kalo tidak laku bagaimana? akibatnya akan menambah cost lagi. Untuk faktor ketidakpastian bisa disebabkan oleh peluang pembeli untuk membeli produk kita pada periode tertentu. Jumlah pembeli kita tidak pasti.

Misalnya kita ingin memprediksi berapa produk kita yang terjual apabila pada periode yang lalu secara berturut kita berhasil menjualnya sebanyak 300, 350 dan 325 buah. Tentunya saja kita akan memperkirakan rencana penjualan sebanyak 300-an lebih sedikit. Itu secara sederhananya. Namun untuk melakukan prediksi penjualan yang dilakukan oleh manajer penjualan harus memperhatikan faktor yang mempengaruhi suatu peramalan, yaitu kondisi umum bisnis dan ekonomi, reaksi dan tindakan pesaing, Tindakan pemerintah, kecenderungan pasar, siklus hidup produk, gaya dan mode, perubahan permintaan konsumen dan Inovasi teknologi

Tingkat akurasi dari sebuah forecasting sangat bernilai sekali. Apabila hasil peramalannya tepat maka perusahaan dapat menghemat biaya biaya yang ditimbulkan dalam peramalan. Peramalan yang kecil dapat mengurangi profit dari perusahaan. Sedangkan peramalan yang besar dapat menyebabkan terjadinya biaya simpan akibat beberapa produk tidak terjual di pasaran.

Metode peramalan dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu Kualitatif dan Kuantitatif.Β  Metode kualitatif ini merupakan metode untuk melakukan forecast tapi tanpa data-data historis (periode penjualan sebelumnya). Misalnya kita baru saja mendirikan perusahaan. Kita tidak tahu berapa yang akan kita jual untuk periode berikutnya? kita bisa memprediksinya dengan melakukan riset pasar atau dengan metode Delphi.

Sedangkan untuk kuantitatif, kita bisa menggunakan data data periode historis (periode sebelumnya untuk melakukan peramalan). Tentu saja ada model dan perhitungan matematisnya untuk memprediksi hasil forecast. Bisa menggunakan model Regresi, Econometric, Time series analysis. Selain dua metode kategori diatas kita bisa melakukan pembuatan model simulasi forecast untuk mengetahui hasil prediksinya.

Namun kedua metode diatas hanya sebagai alat saja. Semua keputusan kembali kepada manajemen dalam menentukan kebijakan dalam perusahaan. Kita tidak dapat mengetahui kondisi yang ada dimasa yang akan datang. Tetapi kita hanya bisa memprediksi hasil sesuai dengan apa yang ada di masa yang akan datang. Keputusan yang tepat dapat menghasilkan sesuatu yang baik. Segala sesuatu perlu rencana juga. Bagaimana menurut anda ??

~Wibisono~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s