Membaca Buku


Saya suka sekali membaca buku. Entah kenapa. Mungkin karena kebiasaan saya sejak kecil yang tertarik terhadap buku cerita. Apalagi bapak saya juga hobi dalam mengoleksi buku. Buku kesayangan beliau adalah buku yang berhubungan dengan elektronika. dan agama. Akibatnya saya juga ketularan pengaruh membaca buku. Koran pun juga menjadi salah satu penyebab saya sering membaca. Setiap hari bapak saya berlangganan media berita Jawa pos. Untuk mingguannya beliau berlangganan berita Kompas.

Kebiasaan saya berlanjut terus. Saat SMP di mana lagi ngetrend cerita bergambar “Komik”. Saya saat itu memang termasuk penggemar Komik. Saat itu yang jadi trend komik Dragon Ball, Doraemon. itu pun untuk memperolehnya harus menyewa di rental buku. Sedikit menyisihkan uang saku. Kebiasaan saya tersebut masih berlanjut sampai saat ini. Walaupun sudah jarang. Tidak hanya komik, Saya juga tertarik dengan buku-buku Ensiklopedia pengetahuan umum yang ada di perpustakaan SMP. Lengkap dengan gambar dan ilustrasi.

Entah kenapa kebiasaan membaca saya saat SMA menjadi berkurang. Hal ini dikarenakan terlalu banyak kegiatan ekstrakurikuler dan saya mempunyai hobby baru dalam bermain komputer. Tapi kebiasaan membaca saya masih ada walaupun jarang. Paling juga  Komik dan majalah majalah teknologi. Saya saat itu juga kurang tertarik sama novel dan karya sastra. Karena pemahaman saya dibidang karya sastra masih kurang.😀

Ketika menginjak bangku kuliah di Teknik Industri UNS. Kebiasaan membaca saya semakin meningkat. Buku buku literatur memang harus wajib dibaca. Saya juga tertarik dengan buku-buku Novel. Hal ini dikarenakan teman saya yang begitu antusias dalam membaca novel. Karena penasaran, saya sempatkan untuk meminjam bukunya. Judulnya 5 CM. Lumayan inspiratif. Setelah itu beberapa buku novel juga menjadi daftar bacaan saya.

Ketika kuliah, saya mempunyai program untuk membeli buku setiap satu bulan sekali dengan menyisihkan uang saku. Ketika sudah dibeli dan dibaca, buku-buku tersebut dibarter dengan koleksi bukunya temanku. lumayan berhasil. Program ini sempat berjalan lama. Namun karena kebutuhan yang lebih mendesak. Akhirnya jarang membeli buku lagi dan lebih mencari pinjaman buku dari teman.

Saya juga sempat membayangkan, pendidikan pada jaman kemerdekaan dan setelah merdeka. Dimana para siswanya diwajibkan untuk menyelesaikan bacaan buku, bahkan buku dari luar negeri. Namun yang saya rasa saat ini adalah semangat membaca orang-orang dan kaum pelajar menjadi  kurang. Semoga hal ini tidak benar. Apakah membaca buku sudah tergantikan dengan kesibukan yang lain. Seperti nonton TV, games dll. Apakah semangat membaca buku itu tidak berkurang cuma peran buku digantikan dengan Internet dan Ebook ?? Bagaimana menurut anda ??

~wibisono~

2 thoughts on “Membaca Buku

  1. Benar, Saya sangat setuju.. Membaca memiliki nilai plus yang sangat banyak.. dan sayang sekali di dunia super sibuk dan modern ini, membaca buku dijadikan kedua apalagi dengan munculnya “buku download” yang dibaca secara online.

    Masyarakat Indonesia masih tertingal dalam soal bahasa.. apalagi bahasa ingriss. Sekarang sudah banyak yang menyelam utk belajar bahsa ingriss tetapi degan teknik yang mahal dan tidak menyenangkan.

    Membaca buku bahasa Ingriss dapat mengaktifkan bahasa itu dalam kita dengan metode yang sangat ampuh dan fun! Memang, membeli buku ingriss itu mahal.. karena itu Bookathon menyewakan buku bahasa ingriis dengan fee sewa yang begitu murah.. hanya beberapa ribu rupiah utk 2 minggu. Koleksi buku lengkap dan setiap bulan nya diadakan review buku2 tertentu.

    Bookathon – jOIN US IN OUR RACE TO WISDOM.

  2. Saya suka sekali membaca buku. Entah kenapa. Mungkin karena kebiasaan saya sejak kecil yang tertarik terhadap buku cerita. Apalagi bapak saya juga hobi dalam mengoleksi buku. Buku kesayangan beliau adalah buku yang berhubungan dengan elektronika. dan agama. Akibatnya saya juga ketularan pengaruh membaca buku. Koran pun juga menjadi salah satu penyebab saya sering membaca. Setiap hari bapak saya berlangganan media berita Jawa pos. Untuk mingguannya beliau berlangganan berita Kompas.

    Kebiasaan saya berlanjut terus. Saat SMP di mana lagi ngetrend cerita bergambar “Komik”. Saya saat itu memang termasuk penggemar Komik. Saat itu yang jadi trend komik Dragon Ball, Doraemon. itu pun untuk memperolehnya harus menyewa di rental buku. Sedikit menyisihkan uang saku. Kebiasaan saya tersebut masih berlanjut sampai saat ini. Walaupun sudah jarang. Tidak hanya komik, Saya juga tertarik dengan buku-buku Ensiklopedia pengetahuan umum yang ada di perpustakaan SMP. Lengkap dengan gambar dan ilustrasi.

    Entah kenapa kebiasaan membaca saya saat SMA menjadi berkurang. Hal ini dikarenakan terlalu banyak kegiatan ekstrakurikuler dan saya mempunyai hobby baru dalam bermain komputer. Tapi kebiasaan membaca saya masih ada walaupun jarang. Paling juga Komik dan majalah majalah teknologi. Saya saat itu juga kurang tertarik sama novel dan karya sastra. Karena pemahaman saya dibidang karya sastra masih kurang.😀

    Ketika menginjak bangku kuliah di Teknik Industri UNS. Kebiasaan membaca saya semakin meningkat. Buku buku literatur memang harus wajib dibaca. Saya juga tertarik dengan buku-buku Novel. Hal ini dikarenakan teman saya yang begitu antusias dalam membaca novel. Karena penasaran, saya sempatkan untuk meminjam bukunya. Judulnya 5 CM. Lumayan inspiratif. Setelah itu beberapa buku novel juga menjadi daftar bacaan saya.

    Ketika kuliah, saya mempunyai program untuk membeli buku setiap satu bulan sekali dengan menyisihkan uang saku. Ketika sudah dibeli dan dibaca, buku-buku tersebut dibarter dengan koleksi bukunya temanku. lumayan berhasil. Program ini sempat berjalan lama. Namun karena kebutuhan yang lebih mendesak. Akhirnya jarang membeli buku lagi dan lebih mencari pinjaman buku dari teman.

    Saya juga sempat membayangkan, pendidikan pada jaman kemerdekaan dan setelah merdeka. Dimana para siswanya diwajibkan untuk menyelesaikan bacaan buku, bahkan buku dari luar negeri. Namun yang saya rasa saat ini adalah semangat membaca orang-orang dan kaum pelajar menjadi kurang. Semoga hal ini tidak benar. Apakah membaca buku sudah tergantikan dengan kesibukan yang lain. Seperti nonton TV, games dll. Apakah semangat membaca buku itu tidak berkurang cuma peran buku digantikan dengan Internet dan Ebook ?? Bagaimana menurut anda ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s