Batu Besar


Waktu kuliah itu pun sudah benar selesai.  Sang dosen pun mengijinkan bagi mahasiswanya untuk meninggalkan kelas.  tampak setelah itu, ruang kelas yang agak begi sepi meninggalkan beberapa mahasiswa saja yang berada di kelas karena sudah pada pada pergi semua. Sang dosen pun belum meninggalkan ruang karena masih menata kembali perlengkapan mengajarnya dalam sebuah tas. Tampak satu mahasiswa yang termenung di tempat duduknya yang berada di tengah-tengah ruang kelas.  Karena mahasiswa itu adalah mahasiswa bimbingannya maka seketika itu juga dosen langsung menghampiri dan mengajaknya berdiskusi. “Gimana kerja praktek mu itu di jakarta?” mahasiswa tadi langsung bercerita pengalaman kerja prakteknya di Jakarta. “Trus kapan kamu menyelesaikan  laporannya?” tanya dosen.

Dengan berbagai alasan dan kesibukannya sebagai mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi, mahasiswa tersebut menjawab,”wah laporannya belum tahu kapan selesainya pak.  Saya juga harus mempersiapkan proposal tugas akhir saya. wah, masih kuliah begini masih bingung. Apalagi besok pada saat kita lulus kuliah, saya pasti dibuat pusing lagi dengan harus mencari kerja.” Dengan bijak, sang dosen tersebut menanggapi pernyataan tadi. “kamu tuh boleh memikirkan tugas akhir dan kondisi saat mencari kerja, tapi kamu harus fokus dengan kondisi rintangan yang ada di paling depan saat ini. Ibarat suatu permasalahan hidup ini adalah sebuah batu besar, kamu harus berusaha melompati batu besar yang ada paling dekat denganmu. Jangan mencoba untuk memikirkan batu besar yang berada jauh di depanmu. Nanti kamu akan gagal dalam melompati batu tersebut. Setiap kali kamu melompati batu tersebut, kamu akan menjadi kuat sehingga tanpa sadar, semakin lama tanpa disadari kamu akan berhasil melompati tembok yang kamu anggap paling jauh” begitu dosen menjelaskan panjang lebar.

Mahasiswa tersebut hanya temangguk-angguk mendengarkan petuah dari dosen tersebut. “Wah terima kasih pak atas sarannya.” Ucap mahasiswa tersebut. Yang penting kamu harus memprioritaskan kondisi yang ada, mana yang menjadi tugas mendesak dan tidak mendesak”. sekali lagi dosen tersebut memberi petuah bagi mahasiswanya. “baik pak, yang penting saya akan segera menyelesaikan laporan kerja praktek ini, baru kemudian membuat laporan tugas akhir saya.” dengan semangat mahasiswa tersebut menjawab. Tampak mahasiswa dari mata kuliah lain datang untuk menempati ruang tersebut. Percakapan antara mahasiswa tersebut pun harus berakhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s