Jalan-jalan ke Telaga Sarangan


Pagi hari setelah  subuh. Hawa dingin yang menusuk tulang. Tenda yang sudah dibiarkan ambruk dengan tujuan agar tetap hangat bagi penghuninya. Itulah suasana di Cemorosewu.  Mau sholat aja kok malas, soalnya dingin. Langsung habis melakukan sholat langsung menuju ke kantin. Beli teh panas. Bukan lagi teh hangat. Teh panasnya pun tidak terasa. Tapi membuat mlicet di bibir. Sambil menunggu datangnya matahari pagi. menghangatkan tubuh.  Rencana kemarin malam untuk menaklukkan gunung pun buyar. Gagal karena malas. Padahal gerbang lawu sudah di depan mata. Lewatpun hampir.

Saat matahari sudah menerangi. Namun kabut dingin juga belum enyah juga. Masih terasa dingin juga tubuh ini. Tanpa rencana pagi ini. Akhirnya setelah melalui diskusi kecil, Kita bertiga yang kemarin menginap di Cemorosewu bakalan jalan kaki ke Sarangan. Sebuah telaga kecil yang ingin yang dikelilingi beberapa bukit. Keindahannya tersebut menjadikan sebagai objek wisata yang banyak dikunjungi orang. Jarak yang dilalui dari Cemorosewu tidaklah jauh. hanya 6 Kilometer. Kondisi jalan yang penuh dengan turunan dan jalan berkelok-kelok. Sepi dan terletak di antara hutan. Walaupun jalan lebar dan ada proyek buat jalan baru di Magetan.

sarangan

Sepanjang perjalan yang dilihat hanyalah hutan. Sesekali ditemui bapak dan ibu yang mencari kayu di hutan pinggir jalan. Dengan adanya jalan turunan ini mereka manfaatkan untuk membuat transportasi tanpa mesin yang hanya memanfaatkan gaya gravitasi untuk mengantarkan tujuan. Semacam Gledekan kalo dalam bahasa Jawa.  Tapi yang menjadi pertanyaan saya bagaimana mereka membawanya??

Kita berangkat dari Cemorosewu pada jam 7 pagi.  Memang kalo jalan kaki bareng-bareng dan melihat view pemandangan di sekitar menjadikan lelah tidak terasa. Mulai dari awal perjalanan hingga sampai ke Sarangannya sendiri selalu saja jalan turunan. Nanti yang melelahkan waktu pulangnya. Naik tanjakan terus. Melihat kondisi jalan begitu, sering jalan yang dilalui ini banyak kecelakaan yang terjadi. Harusnya kendaraan yang sudah siap dan skill pengendara yang dibutuhkan di jalan ini.

Setelah mencapai jembatan mojosemut,  Jalur pertigaan Solo-Magetan-Magetan. Kita istirahat sejenak. Mengistirahatkan kaki yang tadi terus menahan beban tubuh karena kondisi jalan yang turun.

Jam sembilan lebih sudah sampai di pintu masuk Telaga Sarangan. Tidak lupa juga menyempatkan untuk mencicipi kuliner yang ada di situ. Sekalian istirahat. Kita masuk tidak dipungut biaya retribusi. Gak  tau kenapa?? istirahat bentar dilanjutkan dengan menikmati Telaga air. Namun suasana telaga dipenuhi denga n lalu lalang kapal boat motor yang disewakan bagi pengunjung. Suasana alami pun berkurang. Selain itu kondisinya sudah kotor penuh dengan sampah. Namun, tetaplah indah kalo dinikmati. Apalagi suasana backgroundnya adalah pegunungan dan kabut awan yang sesekali menutupi dan berniat turun.

sarangan1

Di sekitar tempat wisata banyak para pedagang yang menjual barang souvenir dan makanan. Yang paling khas di sini adalah sate Kelinci. yang ditawarkan 10 sunduk cuma 6 ribu. Selain itu penyewaan kuda banyak disini. Pengunjung bisa mengelilingi telaga ini dengan naik kuda. Tentu saja di kawal sama tukangnya. Speedboat juga ada bagi yang pingin naik kapal perahu ini. Ada sepeda bebek juga. Namun jarang yang menyewanya. Berhubung pas hari minggu ada perayaan di sekitar dengan adanya tarian barongsai. Pengunjung banyak yang menonton.

Kita bertiga hanya mengelilingi Telaganya saja. Tanpa membeli apa-apa. Hanya melihat dan menikmati pemandangan. Maklum tiga orang kere. kita kembali dengan melewati jalan yang sama, namun kali ini gantian kita mendaki tanjakan. Melelahkan sekali. Setelah sampai di jembatan tadi. Kita melanjutkan perjalanan. Belum sampai beberapa meter ada para touring yang istirahat dipinggir jalan habis kecelakaan. Cuma habis jatuh waktu motor tidak kuat untuk naik di jalan tanjakan. Para pembonceng klub motor tersebut akhirnya bareng-bareng naik mobil transportasi ke Tawangmangu. Kita pun tidak ketinggalan untuk  ikut naik juga. Lumayan dari pada jalan kaki lagi.  kita turun di Cemorosewu lagi.

sarangan2

14 thoughts on “Jalan-jalan ke Telaga Sarangan

  1. Ping-balik: Catatan Perjalanan: Pendakian Gunung Lawu | Agus Wibisono

  2. Ping-balik: Telaga Sarangan | Agus Wibisono

  3. sesungguhnya aku penasaran ama sarangan, tp gimana kondisi jalan magetan sampai sarangan? apakah mampu u mobil CC. rendah?

    • sekarang jalannya udah bagus mas. Mobil CC udah bisa jalan. kalo gak mau jalan tanjakan mending lewat ngawi saja. dari arah Solo lewat Sragen trus NGawi trus lewat Magetan. CUma lebih jauh.

  4. @dalijo : enak kalo ngajak cewek… kondisi dingin2.. tapi hati2 kalo cuma berdua tok disana.. soalnya sepanjang perjalanan bakal ditawari penginapan… hehe
    @suadi = mbah jiwo : iya mas,, liburan mengisi weekend..
    @stop dreaming start action = bagus kok mas.. datang ke sana aja,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s