Perjalananku menjadi seorang backpacker : Solo-Sragen jalan kaki


untitledIni hal gila yang kulakukan dua minggu yang lalu tanggal Mei 2009 yaitu pulang jalan kaki dari kos, dari Solo ke Sragen. Jarak yang ditempuh sekitar 35 KM. aku sangat menyukai tantangan dan kegiatan alam. Berawal sudah biasa pulang dengan naik motor, naik bus, naik mobil, gimana rasanya kalo jalan kaki? mhmhm terasa beratkan tapi tidak ada yang tidak mungkin. Ada filosofi yang mengatakan,”Satu juta langkah itu pertama ditempuh dengan satu langkah ke depan”. Backpacker merupakan kegiatan mengembara dengan membawa perlengkapan hidup di dalam tas ransel yang dibawanya. So, seolah seolah menjadi pengembara. hehe. ini dia catatan2 saat aku melakukan jalan kaki. berhubung gak ada yang mau di ajak jalan kaki terpaksa jalan kaki kali ini aku sendirian.

dsc03718

jembatan jurug

ini dia routemap yang ku lalui. sebenarnya ingin melewati jalur sepanjang kereta api, namun dikarenakan belum tahu kondisi dan lokasinya terpaksa menyusuri jalan raya solo-sragen. jalurnya mulai dari sekarpace ( tempat kos ) sampai belakang kantor PEMDA Sragen (rumah). waktu yang dilakukan kemarin yaitu mulai dari pukul 10.00 sampai pukul 17.17 sekitar 7 jam lebih. ini dia map yang ku lalui.
jam 09.28. Baru bangun tidur karena malamnya begadang. Persiapan sebentar. ini dia kesalahan yang ku lakukan saat melakukan packing. barang-barang yang ku bawa yaitu Laptop, hub buat ngelan, buku marketing yang tebel banget, Mizon, coklat. kira kira berat tasnya sekitar 5 kg. saat memakai sepatu lupa bawa kaos kaki. kebiasaan saat waktu ada kuliah. sehingga udah ditengah jalan kedua kaki lecet-lecet. sholat Dhuha dulu buat persiapan mental.
jam 10.00 kondisi langit yang tidak begitu panas berawan, cocok untuk mengiringi perjalanan. tujuan yang pertama yang harus dilalui yaitu Embun Pagi. Masakan Padang. Berhubung lapar ya harus sarapan dulu. Setelah usai baru perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri kiri jalan. Setelah menjelang siang ketika baru sampai palur kondisi awan berubah menjadi cerah. sengatan matahari menjadi panas. sudah beberapa kilo dari palur persediaan minum sudah habis karena panas. terpaksa beli lagi yang air minum mineral.

dsci0323

mendekati daerah Kebakramat, tiba-tiba aku dicegat oleh seorang pria yang tidak dikenal, naik sepeda motor. pertama di berhenti di beberapa meter di depanku trus tiba-tiba langsung menghampiriku. katanya dia melihatku dari palur trus menanyakan kenapa kok jalan kaki? dan bapak ini bersedia mengantarkan diriku naik motornya. suatu cobaan pilihan yang sulit. Namun aku kembali dengan niat ku untuk kembali jalan dan menolak tawaran dari bapak tersebut. perjalanan dilanjutkan kali ini dengan menyusuri sisi kanan jalan raya dengan alasan nanti biar tidak ada teman yang melihat dari arah Solo.

dsci0338

gapura perbatasan sragen

jam setengah-satu siang, dimana kondisi panas. perjalanan sudah hampir sampai perbatasan Karanganyar-Sragen. kali ini yang terjadi yaitu kaki sudah menjadi lecet. Perih saat digerakkan. Langsung saja istirahat. di kedai es degan di penggir jalan. Langsung saja mesan es degan dua. wah gila, ini es degan bener-bener enak atau gara-gara diriku panas dan kecapekan. istirahat di situ selama hampir setengah jam. Perjalanan dilanjutkan dengan mampir dulu ke POM bensin masaran untuk sholat dhuhur.

kemudian untuk istirahat yang kedua ini dilaksanakan di masjid Agung masaran untuk istirahat dan mendinginkan kaki yang lecet-lecet. Mulai di daerah ini kaki sudah pegal-pegal padahal sudah tinggal sekitar 15 Km lagi. ya sudah dari separo perjalanan. Setelah lama menyusuri jalan akhirnya jam 17.17 sampai juga di rumah dengan selamat. Langsung saja yang dicari adalah makanan di dapur. haha. selama perjalanan aku sudah menghabiskan 1 Mizon, 1 aqua kecil, 1 aqua besar, 2 es degan, 1 coklat silverqueen, dan 1 roti. malah lebih mahal daripada naik bus atau bawa motor.
kenapa kok aku melakukan ini. yang pertama yaitu tes mental. seberapa kuat pikiran kita jika fisik kita dipacu melebihi batas. apakah pikiran kita akan berfikir untuk menyerah. Pikiran kita akan memberikan sugesti untuk menyerah. namun jika kita memiliki niat yang kuat mungkin kita bisa melewatinya. yang penting ada pada niat.

dsci0347

pabrik pakan ternak multipala

4 thoughts on “Perjalananku menjadi seorang backpacker : Solo-Sragen jalan kaki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s