
Keindahan wisata karanganyar yang jarang diketahui orang.
Wisata ke Parang Ijo ini merupakan catatan perjalanan saya tanggal 26 Desember 2011. Sebenarnya sudah lama sekali tapi baru kali ini saya posting. Ini merupakan rangkaian #gengApaPun untuk mengisi liburan akhir tahun. Akhirnya keputusannya menginap di rumah simbah saya dan paginya ke Kemuning, Air terjun Parang Ijo dan ke Candi Sukuh.
Yang saya tulis di sini mengenai air terjun Parang Ijo yang berada di desa Ngargoyoso, Karanganyar. Berdekatan dengan kemuning dan obyek wisata lain seperti candi Sukuh, candi Cetho, air terjun Jumog dan wisata kebun teh kemuning yang berada satu kompleks wisata.
Untuk datang ke air terjun parang ijo paling enak ditempuh dengan kendaraan pribadi baik motor atau mobil. Kendaraan umum yang ke sini jarang. apalagi medannya ke tempat ini naik turun.

Tiket masuk ketempat ini cukup murah. Cukup membayar Rp 2.500 perorangnya. Disamping kita menikmati air terjun kita bisa melihat ke gardu pandang, ada kolam renangnya juga dan kita bisa menikmati flying fox di tempat ini. Selain itu air terjun yang mengalir itu juga disediakan tempat untuk bermain air tentunya.

Sejarah dan asal usul Air terjun Parang Ijo ini
menurut sumber, Sejarah parang ijo sendiri adalah sebagai berikut Pada tahun 1942 di sebuah Dusun yang letaknya agak jauh dari pusat pemerintahan, ada sebuah pohon tua yang sangat besar dan didominasi warna hijau. Pohon ini dianggap keramat karena tidak bisa ditebang. Keberadaan pohon itu tidak lama, banjir besar yang melanda daerah itu mampu menumbangkan pohon tersebut, karena melimpahnya air sungai yang bermuara ke Kali Luwak sehingga pengakumulasian air tidak mampu dibendung lagi, banjir yang disebut Baru Klinting oleh masyarakat sekitar tidak terhindarkan dan mampu menggoyahkan pohon dan membawanya bersama derasnya arus. Namun pohon tersebut tetap dapat berdiri tegak dan mendapat tempat baru secara kebetulan terletak di antara tebing (parang), sehingga mempermudah aliran air dari atas tebing menuju lembah melalui batangnya. Aliran air yang terus menerus membuat pohon semakin hijau dengan tumbuhnya lumut-lumut.
Pada tahun 1982 banjir Baru Klinting kembali melanda daerah ini dan mampu menerjang pohon diantara parang itu. Hilangnya pohon menyebabkan aliran air yang awalnya melalui batang pohon kini terjun ke bawah tanpa perantara membentuk air terjun yang dikenal dengan nama “Parang Ijo” yang berarti pohon berwarna hijau diantara 2 tebing. Itulah sejarah singkat dari Parang Ijo yang hingga kini diyakini oleh masyarakat sekitar.
Foto foto yang lain
selamat menikmati liburan.
wibisono









smua emanng nyata dan gak boong karna aku sendiri orang karanganyar
jadi pengen bertualang
ayo mbak, berpetualang tidak harus yang jauh2 dan mahal2. cari yang dekat dan murah saja. ketempat yang belum dikunjungi.
Salam Kenal..
kalo ke ParangIjo lagi.. boleh mampir rumah ortu saya.. bermalem freee dechh dg rombongan bisa 20an orang..
rmh ortu desa ParangIjo paling barat yg ada Cemara tinggi ada 4 itu.
boleh-boleh mas. wah enak, rumahnya dekat situ.
nice posting…salam kenal ya
salam kenal juga pesta ulang tahun.
touring touring jan segernyo
, ai belum pernah ke tkp masbro, kpan2 diajak yo he3
siap mas bro.. maka nya dolan ke solo aja mas bro.. sini sini
wahh, besok liburan kesini deh, mumpung deket…
sudah jadi ke sini mas??
belum jadi mas, ga ada temen
kapan2 kalo ada tmennya coba kesitu mas. jangan lupa ke jumog, sukuh, cetho dan telaga dekat sukuh jg. bagus2.
gengnya seru abis
selalu jalan jalan bareng…
ayo mas sonny.. ikutan juga. belum pernah kie main ke tempat wisata bareng mas sony.
segeerrrnyyaaa… pengen..