Agenda les gratis belajar bahasa Rusia kali ini adalah acara makan-makan di kos-kosan mahasiswa asing yang mengajari bahasa Rusia. Bahram namanya. Acara les bahasa Rusia kali ini spesial dikarenakan akan dimasakkan makanan khas Turkmenistan dan sekitarnya. Masakan yang dibuat oleh temen-temen kosnya yang berasal dari Turkmenistan, Tajikistan, dan beberapa negara sekitarnya.

- Palav, Makanan khas turkmenistan dan negara sekitarnya
Di negara mereka, tidak ada pembeda gender dalam hal masak-memasak. Itu artinya cowok dan cewek harus bisa masak. Mereka akan merasa malu dalam kehidupan di negaranya jika mereka tidak bisa memasak. Berbeda dengan tradisi yang ada di negara kita Indonesia yang hanya wanita yang harus dituntut untuk bisa memasak.
Kali ini setelah les bahasa Rusia akan memasakkan kita makanan yang bernama Palav. Dalam bahasa Sirilik ditulisnya палав yang dibacanya palav. Makanan ini merupakan makanan dari Turkmenistan dan Tajikistan dan negara-negara sekitarnya.
Palav sendiri merupakan nasi yang dimasak dengan potongan kecil-kecil Wortel atau labu sehingga warna nasinya berubah sedikit merah-kemerahan dan bumbu bumbu yang lain seperti santan. Kemudian di masak menggunakan minyak sayur. Kemudian diberi ayam atau lauk yang lain yang dimasak secara bersama-sama.
Menurut saya, rasa nasi ini seperti rasa nasi yang ada di Indonesia. Rasanya seperti Nasi liwet khas Solo cuma rasa wortelnya terasa sekali.
Yang unik dari makanan khas turkmenistan adalah setiap kali mereka makan, mereka selalu menyediakan salad dengan apapun makanannya. Salad merupakan sayuran yang terdiri dari potongan tomat, mentimun dan mayonaise. Salad merupakan makanan yang wajib bagi negara mereka. Ketika makan, maka salad yang dibuat harus dihabiskan. Itulah yang menjadi tradisi mereka.

Tradisi makan Palav. Sarung makan juga tersedia untuk alas makan. Tidak boleh melewati sarung. Itu sesuai dengan tradisinya
Selain itu cara makan di negara mereka juga berbeda. Mereka biasanya menyediakan sarung untuk menjadi landasan makan. Makannya dilakukan dilantai dengan berlandaskan sarung. Sarung itu buat dasar makan agar nasi-nasi dan makanan tidak tumpah ke lantai. Seperti halnya di Indonesia, Ketika kita mau lewat kita tidak boleh melewati makanan.
Untuk minuman khas mereka saya belum merasakannya. Pas kemarin hanya minum es jeruk. Katanya mereka minuman khas Turkmenistan juga dari teh juga. Mungkin untuk kesempatan yang akan datang akan ada acara minum minuman khas mereka.
Pingback: Postingan Rekap Bulan November 2011 Kemarin | Agus Wibisono
Pertama kali kenal makanan Rusia, PALAV mirip nasi lemak ya?
Bisa nambah wawasan ttg Rusia tp bikin perut laper neh..
haaa, pengen diajak masbro *ngiler,luwe sore*
saya pertama kali ketemu kata-kata nasi palav di novelnya agustinus wibowo
judulnya apa tuh novel.. kayaknya saya belum baca tuh novel..
setau ane judulnya “garis batas”
mirip dengan nasi lemak Melayu, atau nasi brani India yg sederhana keknya
hmmm… jadi laper
eeeh nasi briyani
kelupaan …
waaah ternyata Jodie akhirnya numpang komunitas Solo.
semoga bertemu di BN2012
belum pernah mencobanya kang.. nasi briyani ya.. oke deh..
Wahhh, berarti semua rakyatnya pinter masak semua ya kang?
Saya bisanya masak air sama Mie telo aja, he . . .
iya kayaknya.. kalo gak bisa masak seolah seolah tidak bisa apa apa dinegaranya.
wahh..itu kaya nasi kebuli yah kang…
cuma pake daging ayam…
wah..apalah namanya itu…pokoknya bikin perut berkeroncong…
hehehehe
bikin lapar ya..
Setiap negara dan daerah memiliki citra rasa tersendiri dalam penyajian masakan dalam beraneka ragam rasa dan model makanan. karena suatu perbedaan merupakan kekayaan yang paling berharga dalam suatu kehidupan.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah’s Blog
betul sekali.. Setuju..
Wah… rupanya jenis masakan nasi yang sudah dicampur dengan berbagai bahan/lauk itu ada di banyak negara ya. Kek di Arab itu kan ada nasi samin
Di arab ada nasi samin, di turki juga ada nasi kebuli juga.. memang khas timur tengah seperti itu ya.
Saya mau saladnyaaaa!
saya juga mau.. kapan2 harus buat lagi..
Koq kayak nasi sayur di Indonesia, ya? Yakin ini bukan di Indonesia? *binun*
bukan.. Tapi kayak di INdonesia ya.. Hampiir sama. rasanya juga hampir sama.
wehhhh enak kayaknya tuhhhh..
enak kok mas.. pengen mencoba masaknya..
ada juga mbak grup selain ini. namanya PEDULI KUCING…
eh kang.. ini salah komen yaa.. hehe mau komen di blog lain eh malah kesini ;D
Hahahahaaa…. koq bisa salah kamar sih, Dhila? Untung yang punya kamar ngga lagi ganti baju.
salah kamar.. hahahahaha.. bisa bisanya..
ini lagi membahasa makanan bu.. bukan membahas kucing.
jadi laper.. hehhehe
laper juga
makan aja.. Gambarnya diunduh saja..